Dahsyatnya ucapan terima kasih
♻ *Dahsyatnya Ucapan Terima Kasih!* ♻
Untuk para pendidik dan orangtua serta siapa pun anda. Mari merenungi sejenak, mengevaluasi, mengingat-ingat kapan terakhir kali anda mengucapkan *_"Jazakallahu Khairan"_* atau *_"Terima Kasih"_* kepada pasangan anda, karyawan anda atau pun anak-anak anda.
❓ Apa ada kaitan ucapan kata-kata tersebut dengan diri kita?
📖 Mari kita buka al-Qur'an, di dalam lembaran-lembaran wahyu tersebut kita akan mendapati sebuah ayat terdapat pada surah ar-Rahman yang berbunyi:
_هَلْ جَزَآءُ الْإِحْسٰنِ إِلَّا الْإِحْسٰنُ_
*_"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)"._* (Qs. Ar-Rahman ayat: 60).
👉🏻 Dalam dunia tarbiyah al-Islamiyah, pujian itu mengandung nilai-nilai pendidikan. Di mana orang yang melakukan sebuah kebaikan akan termotivasi untuk selalu istiqamah mengerjakannya. Kebaikan berbuah pahala di sisi-Nya. Allah Ta'ala membalas setiap kebaikan hamba dengan pahala yang berlipat-lipat. Dan sebagai bentuk balasan atas pujian hamba kepada-Nya, maka Allah Ta'ala membalasnya dengan memberi kepada hamba tersebut keluasan rezeki, dilapangkan setiap urusannya, dimudahkan dalam segala hal kebaikan
berikutnya.
💡 Pujian pula dapat memberi energi dahsyat bagi sesama manusia untuk berubah dari perbuatan yang tidak baik menjadi lebih baik. Seseorang yang ikhlas karena Allah Ta'ala memuji atau mengucapkan ucapan terima kasih kepada temannya, maka temannya tersebut merasa dihargai dan bahagia. Dengan demikian akan terjalin hubungan yang harmonis antara ia dan temannya. Lalu turunlah rahmat dan hidayah dari Allah Ta'ala disebabkan perbuatan baik sesamanya.
👨🏫 Maka oleh karena itu, seorang guru (pendidik) tidak pelit atau bakhil memuji peserta didiknya apabila mereka melakukan sebuah kebaikan walaupun dinilainya sepele. Seorang atasan pun tidak pelit memberi pujian kepada karyawannya yang sukses memasarkan produk-produk perusahaan walaupun dengan sebuah kalimat *_"terima kasih"._*
👨👦 Seorang ayah pun seyogyanya tidak sungkan-sungkan mengucapkan terima kasih kepada anak-anaknya yang telah melakukan sebuah kebaikan. Dan begitu pula seorang ibu tidak merasa berat mengucapkan terima kasih kepada anak-anaknya yang telah membantu meringankan pekerjaan dapur, membersih rumah atau menjaga adiknya tatkala ia sedang ke pasar.
🙋🏻♂ Demikian pula seorang suami tidak perlu gengsi mengucapkan terima kasih kepada istrinya, karena telah menyiapkan makanan, kopi, mencuci baju, menyetrika dan lain-lain. Seorang istri pun tidak bosan-bosan mengucapkan terima kasih kepada suaminya karena telah menjaga, memberi nafkah walaupun nilainya tidak seberapa. Karena dengan ucapan terima kasih itu akan mempererat hubungan suami-istri semakin harmonis.
✅ Nah, mari mengevaluasi diri masing-masing. Kapankah terakhir kali kita ucapkan *_"Jazakallahu Khairan Katsiran"_* atau *_"Terima Kasih"?_*
*_Wallahu A'lam bish-Showab
Untuk para pendidik dan orangtua serta siapa pun anda. Mari merenungi sejenak, mengevaluasi, mengingat-ingat kapan terakhir kali anda mengucapkan *_"Jazakallahu Khairan"_* atau *_"Terima Kasih"_* kepada pasangan anda, karyawan anda atau pun anak-anak anda.
❓ Apa ada kaitan ucapan kata-kata tersebut dengan diri kita?
📖 Mari kita buka al-Qur'an, di dalam lembaran-lembaran wahyu tersebut kita akan mendapati sebuah ayat terdapat pada surah ar-Rahman yang berbunyi:
_هَلْ جَزَآءُ الْإِحْسٰنِ إِلَّا الْإِحْسٰنُ_
*_"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)"._* (Qs. Ar-Rahman ayat: 60).
👉🏻 Dalam dunia tarbiyah al-Islamiyah, pujian itu mengandung nilai-nilai pendidikan. Di mana orang yang melakukan sebuah kebaikan akan termotivasi untuk selalu istiqamah mengerjakannya. Kebaikan berbuah pahala di sisi-Nya. Allah Ta'ala membalas setiap kebaikan hamba dengan pahala yang berlipat-lipat. Dan sebagai bentuk balasan atas pujian hamba kepada-Nya, maka Allah Ta'ala membalasnya dengan memberi kepada hamba tersebut keluasan rezeki, dilapangkan setiap urusannya, dimudahkan dalam segala hal kebaikan
berikutnya.
💡 Pujian pula dapat memberi energi dahsyat bagi sesama manusia untuk berubah dari perbuatan yang tidak baik menjadi lebih baik. Seseorang yang ikhlas karena Allah Ta'ala memuji atau mengucapkan ucapan terima kasih kepada temannya, maka temannya tersebut merasa dihargai dan bahagia. Dengan demikian akan terjalin hubungan yang harmonis antara ia dan temannya. Lalu turunlah rahmat dan hidayah dari Allah Ta'ala disebabkan perbuatan baik sesamanya.
👨🏫 Maka oleh karena itu, seorang guru (pendidik) tidak pelit atau bakhil memuji peserta didiknya apabila mereka melakukan sebuah kebaikan walaupun dinilainya sepele. Seorang atasan pun tidak pelit memberi pujian kepada karyawannya yang sukses memasarkan produk-produk perusahaan walaupun dengan sebuah kalimat *_"terima kasih"._*
👨👦 Seorang ayah pun seyogyanya tidak sungkan-sungkan mengucapkan terima kasih kepada anak-anaknya yang telah melakukan sebuah kebaikan. Dan begitu pula seorang ibu tidak merasa berat mengucapkan terima kasih kepada anak-anaknya yang telah membantu meringankan pekerjaan dapur, membersih rumah atau menjaga adiknya tatkala ia sedang ke pasar.
🙋🏻♂ Demikian pula seorang suami tidak perlu gengsi mengucapkan terima kasih kepada istrinya, karena telah menyiapkan makanan, kopi, mencuci baju, menyetrika dan lain-lain. Seorang istri pun tidak bosan-bosan mengucapkan terima kasih kepada suaminya karena telah menjaga, memberi nafkah walaupun nilainya tidak seberapa. Karena dengan ucapan terima kasih itu akan mempererat hubungan suami-istri semakin harmonis.
✅ Nah, mari mengevaluasi diri masing-masing. Kapankah terakhir kali kita ucapkan *_"Jazakallahu Khairan Katsiran"_* atau *_"Terima Kasih"?_*
*_Wallahu A'lam bish-Showab
Komentar
Posting Komentar